Menggunakan Majalah sebagai Daftar Pustaka

Menggunakan Majalah sebagai Daftar Pustaka

Siapa yang tidak mengenal majalah? Media cetak ini memiliki banyak penggemar sesuai dengan segmen yang dituju oleh masing-masing majalah. Ada majalah yang ditujukan untuk anak-anak karena isinya yang menghibur, ada majalah untuk ibu-ibu karena berisi berbagai macam informasi dan tips parenting, ada pula majalah yang memiliki segmen bapak-bapak karena berisi informasi tentang kendaraan dan lain sebagainya. Semua informasi tersebut sangat berguna bila digunakan oleh orang yang tepat. Selain dipakai sebagai media penyampai informasi dan hiburan, ternyata majalah juga bisa dipakai sebagai sumber referensi penelitian yang nantinya bisa kamu masukkan ke daftar pustaka, lho.

Majalah menjadi sumber referensi

Meski cukup jarang dipakai sebagai sumber refrensi, tapi tidak menutup kemungkinan bahwa majalah bisa menjadi sumber informasi yang meyakinkan. Misalkan, kamu sedang melakukan penelitian tentang jenis tumbuhan tertentu. Kamu bisa memakai majalah yang memuat tentang berbagai informasi seputar dunia tumbuhan sebagai bahan referensi. Cara menuliskan informasi dari majalah dalam daftar pustaka seperti di kutip dari laman https://www.daftarpustaka.org/ juga merupakan hal yang mudah.

  1. Nama penulis

Sudah pasti nama penulis yang membuat artikel harus dicantumkan. Hal ini dilakukan sebagai ungkapan rasa terima kasih atas informasi yang telah diberikan. Dengan begini, penulis artikel akan merasa terapresiasi atas kinerja yang telah dilakukan dalam pembuatan artikel.

  1. Tahun terbit

Tahun penerbitan majalah menjadi data selanjutnya yang perlu diletakkan setelah nama penulis. Hal ini digunakan untuk memudahkan pembaca lainnya ketika ingin membaca sumber referensi yang sama.

  1. Judul artikel

Penulisan daftar pustaka akan terasa kurang bila tidak ada judul artikel yang tercantum. Dengan judul artikel yang ditulis secara benar juga menjadi bahan apresiasi kepada penulis artikelnya.

  1. Judul majalah

Referensi yang menggunakan artikel dalam majalah wajib mencantumkan judul majalahnya juga. Jangan sampai judul majalah tidak disebutkan karena akan memengaruhi kredibilitas yang dimiliki oleh peneliti. Bila judul majalah tidak disebut, besar kemungkinan beredar anggapan bahwa tidak ada referensi yang sebenarnya digunakan.

  1. Bulan terbit & volume majalah

Bulan terbit dan volume majalah menjadi data opsional yang bisa dicantumkan atau tidak. Hal ini berkaitan dengan kebijakan redaksi majalah untuk mencantumkan bula dan volume di setiap majalah. Biasanya, ada redaksi yang memutuskan untuk mencantumkan volume majalah sesuai dengan bulan terbit. Misal majalah yang diterbitkan pada Januari menunjukkan volume I.

  1. Tempat terbit

Sama seperti jenis daftar pustaka lainnya, tempat penerbitan juga wajib dicantumkan. Hal ini dilakukan untuk memudahkan orang lain dalam mencari sumber referensi tersebut.

Data yang ditulis daftar pustaka diharap tidak mengandung kesalahan, baik dari segi data tersebut dengan kaidah penulisan yang telah ditentukan. Menulis daftar pustaka dengan baik dan benar menunjukkan bagaimana kualitas peneliti.

shares