Imusasi Campak

Imusasi Campak

Imusasi Campak adalah salah satu jenis imunisasi yang  berfungsi untuk mencegah penyakit campak ( Measles desease). Penyakit campak merupakan penyakit menular yang diakibatkan oleh virus. Virus dari penyakit campak bisa tersebar melalui udara.

Cara pemberian imunisasi campak

  • Sebelum disuntikkan vaksin campak harus terlebih dahulu dilarutkan dengan pelarut yang telah tersedia pada kemasan
  • Vaksin campak diberikan dalam satu dosis 0,5 ml secara subkutan dalam disuntikan pada lengan atas

Efek Samping imunisasi campak

  • Pada sekitar 5-15 % pamengalami demam ringan dan kemerahan pada tempat suntikan selama 3 hari, hal ini dapat terjadi 8-12 hari setelah imunisasi
  • Kasus ensefalitis pernah dilaporkan terjadi (perbandingan 1/1.000.000 dosis), kejang demam

(perbandingan 1/3000 dosis)

  • Infeksi pada tempat suntikan, terjadi hanya jika jarum dan spuit yang digunakan tidak steril
  • Sakit ringan dan bengkak pada lokasi suntikan, yang terjadi 24 jam setelah imunisasi
  • Demam, flu dan batuk serimg terjadi setelah 1 minggu penyuntikan

Kontaindikasi Imunisasi campak

  • Anak malnutrisi ( istilah luas yang menggambarkan status gizi anak, bisa kekurangan gizi atau kelibahan gizi)
  • Anak yang memiliki daya tahan tubuh lemah atau defisiensi sistem kekebalan
  • Alergi berat terhadap neomycin, gelatin atau komponen lain dan vaksin.
  • Anak yang sedang menjalani pengobatan intensif yang bersifat imunosupresif, akibat penyakit bawaan, infeksi HIV , leukemia berat atau lymphoma
  • Mendapatkan terapi radiasi
  • Anak yang mempunyai kerentanan tinggi terhadap protein telur.
  • Mendapatkan terapi radiasi ( Umumnya menggunakan kekuatan X-ray, namun bisa juga memamfaatkan kekuatan proton atau jenis alergi lainnya)

Pada vaksin ini sudah ada dacampak jugan terdapat vaksin dari mumps (gondongan),campak juga rubella. Imunisasi MMR biasanya  diberikan kepada kondisi anak sehat dengan jarak 1 bulan minimal, sesudah ataupun sebelum penyuntikan dari imunisasi lainnya, mengapa demikian, vaksin MMR adalah virus hidup yang telah dilemahkan.

Sedangkan pemberian ulangan ata booster dilakukan kembali saat berusia 6 tahun. Jika terlambat dan juga belum mendapatkannya, berikanlah imunisasi MMR/ Campak kapan saja, saat bertemu. Prinsipnya adalah,  imunisasi MMR dilakukan 2 kali dan imunisasi campak dilakukan 2 kali juga.[1]

“dilansir dari laman Alodokter” bahwa Terdapat 3 jenis vaksin yang digunakan untuk mencegah campak, yakni :

  1. Vaksin Campak, yang hanya berfungsi untuk mencegah campak
  2. Vaksin MR, untuk mencegah penyakit campak rubella
  3. Vaksin MMR, untuk mencegah penyakit campak, rubella, dan gondongan

Meski telah diberikan vaksin, bukan berarti anak sepenuhnya dapat dihindar dari campak. Kemungkinan anak terjangkit penyakit tersebut tetap ada, namun potensinya sangat kecil dan gejala yang muncul dan lebih ringan.

Vaksin campak juga dapat diberikan pada remaja dan orang dewasa. Seseorang yang kurang yakin atau lupa pernah menerima vaksin atau tidak, dapat langsung berkonsultasi dengan dokter. Dokter biasanya akan melakukan tes darah untuk memastikannya.

  • Hindari juga menerima vaksin ini apabila anda pernah atau sedang menderita leukimia, limfoma, atau gannguan sumsum tulang.
  • Hati-hati jika anda penah atau sedang mengalami cedera otak, kejang, trombositopenia, HIV/AIDS, kanker, atau gangguan darah.
  • Jangan menerima vaksin campak jika anda memiliki riwayat alergi terhadap neomycin atau tengah menggunakan obat imunosupresif
  • Beri tahu dokter jika sedang menggunakan obat apa pun , termasuk suplemen dan produk herba.
  • Segera temui dokter apabila terjadi reaksi alergi atau overdosi.

Sumber: Aladokter.com

[1] Sumber Refrensi Honestdocs. Com

shares